Rayni N. Massardi dan Christyan AS Menulis novel psycho-thriller “Rainbow Cake”

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta - Setelah melalui proses penulisan selama lebih dari setahun, novel psycho-thriller “Rainbow Cake” akhirya beredar di seluruh toko buku Gramedia sejak 27 Mei 2019. Novel setebal 260 halaman yang ditulis berdua oleh Rayni N. Massardi dan Christyan AS itu diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama (GPU) Jakarta dan dijual seharga Rp 78.000.

Setelah soft-launching meet & greet di Emerald Gramedia Bintaro Senin, 27 Mei 2019, novel Rainbow Cake resmi dilucurkan pada grand-Iaunching bertajuk “Ngabuburit & Buka Buku Novel Rainbow Cake” di Lounge XXI Plaza Indonesia ,Jl. M.H. Thamrin. Jakarta Pusat, Kamis, 30 Mei 2019, pkl 15.00-18.30 wib.

Selain Rayni N. Massardi, tampil sebagai pembahas adalah budayawan Radhar Panca Dahana dan Sujiwo cho. “Khusus Sujiwo Tejo.

saya sangat berterima kasih atas kehadirannya, karena dua lagu karyanya, “Titi Kola Mongso ” dan “Iangsun ” telah mengilhami, menggerakkan, dan memberikan enerji luar biasa dalam proses dan penulisan novel Rainbow Cake ini. Tanpa kedua lagu itu, mungkin novel ini tidak akan pemah lahir,” kata Rayni N. Massardi, yang menulis dan merampungkan karya fiksi genre psycho-thriller itu bersama seniman muda multitalenta Christyan AS, yang kini bermukim di Bali.

Akan halnya Sujiwo Tejo. ia mengatakan, “Membaca novel Rainbow Cake karya Rayni N. Massardi dan Christyan A.S. kita seperti sedang belajar menerjemahkan diri kita sendiri untuk hidup ‘di sini dan hari ini'. Terlalu banyak di antara kita yang kini pandai menerjemahkan orang-orang Prancis dan lain-lain namun jatuh bangun ketika menerjemahkan dirinya sendiri ke dalam hayatnya."

Sementara Radhar Panca Dahana, pada kesempatan itu menyatakan. “Genre novel Rainbow Cake ini memiliki ruang eksplorasi sangat luas. namun sedikit sekali digunakan pengarang negeri ini."

Karya fiksi yang ditulis dua pengarang dari dua generasi berbeda dan berlainan gender ini memang termasuk langka. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Proses penulisannya pun cukup unik. Gagasan utama dituliskan Rayni pada 2018 hingga selesai, baru kemudian diserahkan kepada Christyan untuk ditambahkurangi dan dilengkapi sesuai imajinasi dan kreasinya sendiri.

Setelah rampung mereka kemudian mandiskusikan, menyuntingulang dan saling melengkapi hingga mencapai bentuk final pada 2019. Tugas Christyan tidak hanya menulis dan melengkapi teks, tapi juga membuat iluatrasi di tiap bab dan kemudian membuat rancangan sampulnya. Setelah disepakati mereka kemudian meminta Nanang Gam untuk membuat desain cover sebagaimana tampak hasilnya saat ini. Kerjasama Rayni dengan Christyan tidak hanya baru kali ini.

Sebelumnya, Rayni telah meminta Christyan untuk membuat ilustrasi dan gambar sampul kumpulan cerita pendek bergambar (graphics short stories) “Daun Itu Mati” (Prenada Media-2017). Dan kini mereka tengah menyiapkan cerita bergambar (graphic story) “Pocong Ketakutan. " Bagi Rayni "Rainbow Cake” ini adalah karya fiksinya yang kesembilan. dan merupakan pengalaman pertamanya menulis sebuah karya dalam genre thriller.

Tanpa terduga karyanya ini aeolah digerakkan um di jiwai oleh enerji luar biasa dari dua lagu karya seniman Sudjiwo Tedjo: “Tm Kola Mangsa" dan “lngaun " “Rainbow Cake" adalah novel Rayni yang kedua setelah “Langit Terbuka" (Prenada Medio 2017). Sebelumnya, Rayni dikenal sebagai fashion sryllste. dan pengarang cerita pendek dan endah menerbitkan sejumlah buku kumpulan cerpen. serta menulis beberapa buku nonfiksi.

 

SINOPSIS

Pengalaman di-bully pada masa remaja, membuat Hilda selalu tidak nyaman dengan dirinya hingga hatinya semakin mengeras. Melanjutkan sekolah ke Paris, ia perlahan mengubah cara pandang terhadap diri dan gaya hidupnya. Di Kota Budaya itu Hilda belajar memasak dan bikin kue.

Kegemaran barunya mengunjungi galeri seni, membuatnya terpaku di hadapan aelmah lukisan yang menggetarkan dan perlahan membuka pengalaman aneh pada tubuhnya.

Hijrah ke Ubud Bali, ia mulai dihantui musik dan lagu yang tiba-tiba bersarang di kepala dan telinganya. Selain merasa ngeri dan membuatnya mual dan pening, ia juga menikmati gairah dan energi aneh dari apa yang dldengamya.

Sampai ia bertemu dengan orang-orang dari masa lalu yang pemah melukai hati dan sangat dibencinya. Balik ke Jakarta dan sukses sebagai pembuat dan pemilik toko kue, masalalunya semakin menghantui dan mcrusak jiwanya. Cinta, benci, rindu, dan dendam telah mengaduk-aduk emosi dan energinya yang luaI biasa. Altman musik dan lagu misterius yang terns menghanminya telah mendorongnya untuk melakukan hal-hal tak terduga termasuk mewujudkan seni instalasi “Kue Terindah”.

Sebuah “Rainbow Cake” yang berakhir dengan kengerian dan malapetaka.

  • Whatsapp

Index Berita