Halal Bi Halal Group WhatsApp AWG Gelar Diskusi Publik dan Ide Cemerlang

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Bercanda ria dengan silaturrahmi warga Nganjuk menggunakan sarana media sosial (Medsos) benar-benar bermanfaat untuk menyambung silaturrahmi. Hal ini telah dibuktikan oleh komunitas yang tergabung dalam grup WhatsApp Aliansi Wong Gawat (AWG) Nganjuk

Pada Minggu (16/6/2019) pagi, mereka yang tergabung dalam grup tersebut menggelar halal bihalal sekaligus kopi darat.

Sudarmanto selaku Ketua Admin Grup WhatsApp Aliansi Wong Gawat sekaligus sebagai Ketua Panitia Acara Halal Bihalal dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini sebagai sarana silaturrahmi dan mempererat hubungan antar warga Nganjuk.

Menurutnya, gagasan untuk menggelar kopi darat oleh anggota AWG sejatinya telah tercetus sejak lama, namun baru terlaksana sekarang. Panitia sengaja memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Fitri 1440 H ini untuk menggelar kopi darat sekaligus sebagai ajang halal bihalal. Acara ini diselenggarakan di salah satu caffe di Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Nganjuk.

Informasi yang dihimpun dilapangan, yang hadir dalam acara silaturrahmi itu Kepala Desa Sidoarjo KH Syamsul Anam, Gundi Sintara dari Sintara Institut, Sumardi Wakil Ketua DPRD Nganjuk,Supriadi Asia dari Pemerhati Hukum,Anas (Pengusaha muda) dari Nganjuk, Anang Hartoyo tokoh pemuda Nganjuk, serta beberapa lintas komunitas.

Sementara dari unsur pengusaha. Selain itu, tampak hadir juga beberapa tokoh masyarakat, ulama, LSM, dan media.

Menurut, Sudarmanto salah satu panitia acara ini, pihaknya sengaja mengundang para tokoh politik, pengusaha, LSM, atau undangan lainnya untuk membahas permasalahan yang ada di Nganjuk. Pasalnya, mereka yang diundang rata-rata ingin menyampaikan perkembangan yang terjadi ahir-ahir Ini terkait PTSL dan Dana Desa yang ramai diperbincangkan.

Sementara Sumardi yang juga ketua komisi 4 mengapresiasi digelarnya acara ini. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung program Pemkab dalam membangun Nganjuk lebih baik.

"Kita ini harus seiring sejalan dengan peran serta masyarakat Nganjuk untuk kemajuan, keindahan, kebersihan, dan menjaga kelestarian lingkungan. Sehingga, infrastruktur yang telah terwujud tetap terjaga baik dan awet," kata Sumardi

Disinggung tentang alokasi dana khusus (DAK) ia mengatakan dana yang bersumber dari pendapatan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dialokasihkan kepada daerah khususnya Nganjuk bertujuan untuk membantu daerah sesuai peruntukan daerah tersebut.

Ditambahkanya, Dana Alokasi Umum (DAU) yang diprioritaskan Pemerintah Pusat kepada tip daerah Otonom bertujuan untuk dana pembangunan.

"Kami berharap infrastruktur yang ada di Nganjuk harus sesuai peruntukan supaya masyarakat bisa menikmati sarana maupun prasarana,"Sambungnya.

Terpisah Owner Media Lensa Mata dan juga advokat Sintara Institut Gundi Sintara menyayangkan momen ini harusnya semua elemen komunitas kumpul sekaligus halal bi halal dan sangat disesalkan karena yang dibahas persoalan yang lagi perbincangan hangat di Nganjuk.Bahkan jika perlu Bupati dan Kepala BPN harus hadir.

"Sebenarnya kami ingin mengupas terkait permasalahan seputar PTSL dan Prona ditinjau dari sisi hukumnya tapi sangat disayangkan pertemuan ini tidak pas kalau Bupati dan Kepala BPN bisa hadir bahkan Wabup sendiri juga berhalangan hadir,"paparnya..

Wabub Nganjuk Marhaen Djumadi dihubungi via whatsApp menyampaikan bahwa pagi tadi ada rapat Rakernas Partai DPD PDI Perjuang di Surabaya.

"Saya sejak pagi tadi sudah izin dipanitia AWG bahwa saya ada acara di Jatim...kan saya wakil ketua di Jatim," katanya lewat pesan singkat whatsapp di redaksi.(kla)

  • Whatsapp

Index Berita